so complicated!

Awal mereka berpacaran sudah tampak jelas jurang perbedaan prinsip diantara mereka. Tapi atas nama cinta mereka tetap menjalin hubungan dengan alasan cinta mampu memaklumi segalanya termasuk beda keyakinan. dan kami yang melihatnyapun memaklumi toh kita tidak bisa mengatur kebahagiaan cinta seseorang...
Lalu waktu berganti,..jam berganti hari..hari berganti minggu..hingga berbulan-bulan sejak memproklamirkan cintanya itu, sikapnya berubah 380 derajat. Dia tidak lagi ceria..dia tidak lagi ramah dan bersahabat..dia tidak lagi cekatan..dia tidak lg suka kumpul dengan keluarga. Dia yang sekarang menjadi pemurung..suka ngalamun..rada o'on..di ajak ngomong gak nyambung..kadang terlihat hepi tp sedetik kemudian menangis,lebih suka menyendiri dan dia menjadi seorang pembohong.
Semua alasan itu yang membuat kami tidak lagi 'memaklumkan' hubungan mereka..tp lagi-lagi cinta selalu mengedepankan toleransi.
Waktu berlalu,...dan kebohongan demi kebohongan terungkap..cinta yang katanya pada awalnya membuat bahagia,tiba-tiba saja terluka karena perselingkuhan...dan lebih gilanya lagi ternoda oleh candu narkoba!
Alasan apalg yg kami perlukan untuk menentang cinta mereka..menentang hubungan atas nama cinta yang sdh tdk sehat!! waktu,tenaga dan uang kami habis untuk meladeni cinta terlarang mereka. dan yang lebih membuat miris dihatiku,bahkan sejujurnya aku begitu jijik karena hubungan mereka sudah terlampau 'akrab'. Aku benar2 tdk menyangka..knp pendidikan moralnya mampu mengijinkan 'keakrapan' itu??? huh! aku begitu kecewa! begitu murahnyakah sehingga atas nama cinta mampu meyerahkan harga diri. duh Yesus! gak tahan aku mengetahui semua ini.
Sebagai orang yang dituakan,aku memang mencoba berfikir bijak..kupikir tidak baik memaksa dalam hubungan seseorang karena kita tidak tau kedepannya seperti apa..kita tidak bisa interfensi dalam hubungan cintanya karena mungkin itu adalah kebahagiaannya. iyya,awalnya aku memang berfikir demikian tapi hubungan 'CiMat' yang mereka jalani telah menyakiti banyak orang..menyakiti keluarga juga.jadi aku merasa sudah saatnya aku juga ikut bertindak tegas. Tapi sepertinya kisah mereka sudah menjadi benang njelimet yang susah untuk di urai..

Dalam keputus asaanku aku hanya bisa berdoa semoga nafsu cinta buta dan gila dalam hatinya yang memaksa dia membutakan mata hatinya, dubukakan jalan oleh Tuhan..
Tapi ternyata doaku tak dijawab mulus oleh Tuhan. Tiba-tiba saja cinta pujaannya,bajingan itu menghilang bagai ditelan bumi. kami semua pun kalang kabut mencarinya karena memang ada sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan!
Dan sekali lagi aku melihat air mata mengalir..tp sayangnya bukan untuk kesetiaan dan rasa sayang kami krn telah menjaganya..tapi menangis meratapi bajingan itu!

Terlebih gila lagi saat dia melarikan diri(untuk kesekian kalinya) mencari cintanya itu..naik motor mengelilingi setiap kota di jawatimur (seuai informasi yang didapat)sampai pulau BALi...memang gila!! cinta memang Gila!!! mukaku seperti tertampar kaki gajah! Teganya dia menyakiti kami,keluarganya...
Dan aku sangat bereaksi keras melihat kebodohan, ketololannya! aku marah besar..sampai2 aku tidak bisa mengendalikan diri. Sudah cukup sabarku melihat tingkahnya karena cinta gila. Dia sama sekali tidak sayang kami...dimatanya ketulusan kami tidak ada apa-apanya dibandingkan keparat itu!!!

Untungnya aku punya suami yang sabar yang selalu mampu meredam emosiku hingga aku tidak sampai nekat mencari dia dan bajingan itu.
Harus bagaimana sikap bijakku menghadapi semua masalah dan kegilaa yang selalu ditimbulkannya? sampai kapan kesabaran ini?...tapi sampai kapan terus begini? aku kini sudah punya keluarga sendiri ada tanggung jawab besar menantiku sedang aku juga tidak bisa melepaskan dia begitu saja karena dia adalah adikku...adikku yang sangat aku sayanggi..