Jujur ajur! Itu yang sering saya dengar dari orang-orang yg melakukan plagiat.
Mencontek.. Pernahkah anda mencontek saat ujian?
Kalau saya, jujur pernah.
Eitss jangan menghakimi dulu ya..
Saya
ceritakan dulu bagaimana perasaan detik detik saat mau mencontek.
Gugup, berkeringat, deg degan kenceng sampai saya bisa mendengar detak
saya sendiri (lebay haha) pokoknya bagi kamu yang pernah melakukan
ketidak jujuran itu pasti rasanya sama. Kita tidak akan tenang bahkan
sampai setelah selesai melakukannya. Berhari-hari dihantui perasaan itu. Karena kita tau apa yang kita lakukan itu salah
Cuma sekali itu dan saya benar" kapok.
Kenapa saya "terpaksa" mencontek?
Saya kuliah di fakultas matematika, walaupun jurusan saya komputer tapi kami masih mendapat pelajaran Matdas yaitu matematika dasar. Saya tidak tau kenapa matematika merupakan momok yang menakutkan bagi saya, padahal Ibu saya adalah Guru matematika. Saya sebenarnya geli menceritakan ini...saya mengulang matdas 2-integral integrallll sampek mau muntah rasanyaa..Puji Tuhaannn pengulangan yang ke 3 saya lolos. sampai ganti dosen 3 x hahahaha..nah padahal saya sudah membuat contekan rumus rumus sampai gemetaran membukanya ..tapi kok ya tidak bisa juga tetap nilai saya D (tepok jidat)..sampai akhirnya pengulangan yang ke 3 kalinya saya diajarkan oleh pacar yang saat ini jadi suami saya :) kebetulan dia jurusan matematika. Dan ternyata saya bisaaaaa dan dapat nilai B...brarti kan mungkin cara belajar saya yang keliru.
(pada
saat itu) banyak disekeliling saya yg melakukannya tanpa ketahuan
bahkan IPK mereka jauh diatas saya..huft sedih dan dan jengkel memang.
Ada banyak metode mencotek teman" saya, ada yg menjadi server, ada
yang menjadi benalu maksudnya ada teman saya yang pintar dan dia bagai
bunga yang dikelilingi kumbang. si bunga ini selalu "membantu" para
kumbang.... Yups sebel kan. Kita yang belajar sampai mata panda
istilahnya malah terkalahkan nilainya dari orang orang benalu macam
begitu.
Nahhh.. Kejadian yang saya alami ini persiss sama dengan yang dialami murid saya.
Kemarin
saya mendapati murid saya mencontek dalam ujian penilaian akhir
semester. Setelah saya ajak ngobrol, dia mengatakan jika bukan hanya
dia yang melakukannya tapi teman hampir satu kelasnya yahhh dengan
metode yang mirip mirip seperti yang pernah saya alami. Dan murid saya
berkata jika baru kali ini dia melakukannaya dan dia terpaksa
melakukannya karena pada saat penilaian tengah semester kemarin rengking
rata" dikelasnya dia mendapat urutan hampir yg terakhir dan dia tidak
terima karena teman"nya yg jelas jelas mencontek rengkingnya lebih
bagus. Dia juga sebel sama pengawas ruang yang menurutnya kurang ketat
dalam mengawasi.
Menurut pengalaman saya diatas, orang
kepepet berbuat tidak jujur (dalam konteks ini mencontek) itu karena
jelass belum menguasai materi kalau orang bijak sekarang menyebutnya
dengan "tidak pede"..
Atau ya itu tadi maunya jujur tapi karena melihat
lingkungan jadi ikut ikutan...dengan pembenaran "ah teman saya juga
sama"
Kalau itu dibiarkan bisa menjadi karakter buruk bagi
seseorang..karena jika sekali kita berbohong akan ada kebohongan
kebohongan lain untuk menutupi kebohongan yang pertama. Jika sekali kita
mencontek dan tidak ketahuan, kita akan dengan mudahnya menggampangkan
segalanya.."ahh gampang nyontek aja gak ketahuan kok". Bayangkan kalau
itu terus terjadi... karakter baik kita jadi mati, kepekaan kita pada
banyak hal jadi tidak teruji. Disamping itu kita jadi bodoh karena tidak
belajar. Kita jadi orang egois yang tidak mau belajar.
Pada
kasus yang saya alami, saya langsung menyadari perbuatan saya salah.
Segala bentuk ketidak jujuran akan menyiksa diri sendiri. Itu sudah terbukti.
apa
yang saya sampaikan kepada murid saya? saya tanya bagaimana perasaannya
saat dia melakukannya? murid saya menjawab bahwa dia merasa bersalah
memberikan nilai bagus pada orang tuanya tapi dari hasil yang curang.
nahh dia sudah menyadarinya.
jika
ada pembiaran pembiaran yang curang disekeliling kita lama lama akan
membentuk diri yang cuek terhadap lingkungan, sampai hak kita diambil
baru kita sadar..itu semua terjadi karena pembiaran-pembiaran yang kita
anggap remeh. Contohnya korupsi. Kalau mental kita sudah bagus, ditempa
bagaimanapun kita tetap punya prinsip.
itulah mengapa kami para
pendidik begitu getol dan sebel jika melihat murid-murid mencontek..itu
semua demi kebaikan diri mereka..demi membentuk karakter juang mereka.
karakter kejujuran mereka.
Nahh dalam skala yang lebih besar,
kenapa bisa terjadi korupsi? Karena adanya pembiaran pembiaran yang
serupa pada diri kita sendiri. Ahh gak papa kan yang lain juga korupsi..
Ahh cuma dikit kok..
Dibawah ini adalah hasil jepretan saya saat ujian kemarin..saya salut pada anak ini, dia punya niat yang baik untuk memotivasi dirinya..4 jempol buat dia..
begini kurang lebih kata-katanya:
"apapun yang terjadi JANGAN NYONTEK, JANGAN TANYA, yakin aja sama dirimu. Kalau nilaimu jelek ya karena kamu gak belajar/belum bisa. JUJUR HARGA MATI!!!"
Jadi..mencontek yang karena kepepet, jika diteruskan akan menjadi pembiasaan sehingga karaktermu terbentuk dari itu..jadii masihkan berfikir kalau jujur itu ajur?
kalau masih enggak paham..coba deh kita tidak perlu membicarakan kelakuan koruptor. Gini aja, kalau uangmu diambil dengan cara yang tidak benar apakah kamu tidak merasa jengkel dan dibohongi? nah kurang lebih begitulah perasaan orang tuamu saat tau nilai yang kamu dapatkan itu dari hasil contekan :)
salam semangat belajar !